Jumat, 07 Agustus 2015

Membaca Mengembangkan Bakat Anak Umur 16-17

PERKEMBANGAN BAKAT DAN KREATIFITAS
“Membaca Mengembangkat Bakat”



Nama:
1.    Arva Savista Azalia (11514700)
2.    Ganes Dwi Yuniarti (14514460)
3.    Ira Burairah Semesta (15514416)
4.    Narulita Septa Aminingtyas (17514820)
1PA06
Universitas Gunadarma

2015



KATA PENGANTAR
           
            Puji syukur kita hanturkan kepada Allah swt. Atas rahmat dan karunia nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah dengan judul “Membaca Mengembangkan Bakat” dengan baik.
            Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Teman-teman satu kelompok yang mau berkerja keras menyelesaikan makalah ini.
2.      Ibu Ira Puspitawati yang memberikan bimbingan kepada kelompok kami.
3.      Siswa dan siswi kelas 11 Bahasa Jepang MAN 13 Jakarta yang mau mengisi angket ini.
Tujuan dari kami memilih tema membaca karna kami ingin mengetahui seberapa besar minat membaca untuk-untuk usia 16-17 tahun yang pada dasarnya sudah sangat susah untuk di ajak membaca dan dari membaca pun kami ingin tahu bagaimana bakat bisa di kembangkan.
Harapan dari kami semoga makalah ini bermanfaat untuk yang membaca dan bisa menambah wawasan kepada pembaca.
Kami mohon maaf apabila dari kami ada salah kata atau susunan dari makalah ini belum sempurna.
Oleh karenanya kami mengharapkan saran dan kritik untuk menyempurnakan makalah ini agar lebih baik lagi.








                                                                                    Depok, Agustus 2015
           
                                                                                    Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................2
DAFTAR ISI.............................................................................................................3
BAB 1: PENDAHULUAN...................................................................................... 4
1.1  LATAR BELAKANG........................................................................................4
1.2  TUJUAN.............................................................................................................5
1.3  RUMUSAN MASALAH....................................................................................5
BAB 2: PEMBAHASAN..........................................................................................6
2.1 PENGERTIAN MEMBACA.............................................................................6-7
2.2 PENGERTIAN BAKAT......................................................................................7
2.3 PENGERTIAN KREATIVITAS.......................................................................7-8
2.4 PENGERTIAN KREATIVITAS MENURUT PARA AHLI.............................8-9
2.5 CARA MENGEMBANGKAN MINAT MEMBACA......................................9-10
2.6 MENGEMBANGKAN BAKAT INDIVIDU MELALUI MEMBACA.............10
2.7 CARA MENGEMBANGKAN BAKAT YANG DIMILIKI................................10
2.8 BAKAT YANG DI DAPAT DARI MEMBACA..................................................11
BAB 3: HASIL PENELITIAN.................................................................................12-15
BAB 4: PENUTUP.......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................16








BAB 1
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Membaca merupakan salah satu pintu utama untuk dapat mengakses  pengetahuan. Pengetahuan ini tentunya akan dapat dipahami dan dikuasai  secara maksimal melalui proses belajar yang giat, tekun, dan terus menerus. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan dengan melakukan aktivitas membaca itu sendiri. Dengan bekal pengetahuan itulah manusia mampu menyelesaikan segala permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya Tanpa pengetahuan, tentunya manusia akan banyak menemui kesulitan dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Sekolah Dasar sebagai bagian dari pendidikan dasar 9 tahun merupakan lembaga pendidikan pertama yang menekankan siswa belajar membaca, menulis dan berhitung. Kecakapan ini merupakan landasan, wahana,dan syarat mutlak bagi siswa untuk belajar menggali dan menimba ilmu pengetahuan lebih lanjut. Tanpa penguasaan tersebut bagi siswa akan mengalami kesulitan menguasai ilmu pengetahuan
(Depdikbud, 1991/1992:11).
Salah satu kegiatan utama dalam proses belajar dan mengajar di sekolah tentunya adalah membaca. Kebiasaan rajin membaca buku yang dilakukan oleh anak sangat ditentukan oleh minat anak terhadap aktivitas tersebut. Dengan demikian terlihat bahwa minat menjadi motivator untuk melakukan suatu kegiatan seperti membaca. Tingginya minat baca para siswa di suatu sekolah bisa menjadi indikasi tingkat pemahaman dan penguasaan materi pelajaran yang mereka dapatkan dari sekolah. Aktivitas membaca di luar jam pelajaran yang dilakukan oleh para siswa sekolah dasar biasanya dilakukan di perpustakaan sekolah. Jika pada jam istirahat perpustakaan sekolah dipadati oleh para siswa, ini dapat menunjukkan bahwa para siswa di sekolah tersebut memiliki minat baca yang tinggi. Meski demikian, pada kenyataannya minat baca yang dimiliki siswa-siswa saat ini nampak rendah. Dalam kehidupan keseharian, aktivitas bermain lebih mendominasi. Perpustakaan sekolah yang merupakan tempat koleksi berbagai macam bacaan jarang mereka kunjungi. Makan di kantin sekolah dan bermain di halaman lebih mereka gemari daripada membaca buku di perpustakaan. Bahkan membaca buku pelajaran pun hanya dilakukan jika ada ulangan atau tes saja.
Berkaitan dengan perlu dan pentingnya sumber daya manusia yang memiliki kualitas berpikir yang kritis, logis dan inisiatif dalam menghadapi masalah-masalah multi deminsional yang sedang dihadapi bangsa ini, penumbuhan minat baca siswa sejak dini sangat perlu untuk selalu diupayakan. Salah satunya menumbuhkan minat baca siswa terhadap buku-buku ilmu pengetahuan sosial. Siswa yang memiliki minat baca yang tinggi akan lebih memiliki pengetahuan dari buku-buku yang dia baca dibandingkan dengan anak yang kurang memiliki minat baca.

1.2           Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui perkembangan bakat untuk usia 16-17 tahun melalui membaca buku. Mengetahui minat usia 16-17 tahun terhadap membaca yang sama-sama kita ketahui sudah sangat susah mendapatkan di umur 16-17 tahun yang tertarik dan mau membaca buku, sekedar untuk refreshing, mencari referensi atau belajar.

1.3           Rumusan Masalah
1.      Apakah dalam umu 16 tahun mereka senang membaca buku?
2.      Apa saja buku yang mereka sering baca?
3.      Berapa kali biasanya anda membaca buku?
4.      Bakat apa saja yang didapatkan dari membaca




BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Membaca
            Membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup dan melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil. Kemampuan membaca yang baik akan menunjang keberhasilan hal-hal lainnya (Tarigan. 1994; 10)
            Pepatah mengatakan “Buku gudang ilmu membaca adalah kuncinya”. Membaca merupakan kunci menuju gudang ilmu yang tersimpan dalam buku harus di gali dan dicari melalui membaca. Keterampilan membaca menentukan hasil penggalian ilmu itu. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa keterampilan membaca sangat di perlukan dalam dunia modern saat ini.          
Hakikat Membaca
Kridalaksana (1982:105) mengemukakan bahwa dalam kegiatan membaca melibatkan dua hal, yaitu (1) pembaca yang berimplikasi adanya pemahaman dan (2) teks yang berimplikasi adanya penulis.
Syafi’ie (1994:6-7) menyebutkan hakikat membaca adalah:  Pengembangan keterampilan, mulai dari keterampilan memahami kata-kata, kalimat-kalimat, paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan evaluatif keseluruhan isi bacaan.
Kegiatan visual, berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan.
Kegiatan mengamati dan memahami kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-kata tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipunyai.
Suatu proses berpikir yang terjadi melalui proses mempersepsi dan memahami informasi serta memberikan makna terhadap bacaan.
Proses mengolah informasi oleh pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan dan pengetahuan serta pengalaman yang telah dipunyai sebelumnya yang relevan dengan informasi tersebut. Proses menghubungkan tulisan dengan bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan.
Kemampuan mengantisipasi makna terhadap baris-baris dalam tulisan. Kegatan membaca bukan hanya kegiatan mekanis saja, melainkan merupakan kegiatan menangkap maksud dari kelompok-kelompok kata yang membawa makna.
Dari beberapa butir hakikat membaca tersebut, dapat dikemukakan bahwa membaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses pskologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Melalui proses decoding gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan Knowledge of The World dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan.
2.2 Pengertian Bakat
          Untuk memahami bakat kita, terlebih dahulu marilah kita pahami pengertian bakat itu. Berikut ini kami sajikan definis bakat secara sederhana.
            Bakat adalah suatu potensi bawaan sejak lahir (kemampuan terpendam) yang memungkinkan seseorang memiliki kemampuan atau keterampilan tertentu setelah melalui proses belajar atau pelatihan dalam waktu tertentu.
            Dari definisi di atas, ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi. Pertama, bakat merupakan potensi (kemampuan terpendam). Kedua pengembangan bakat memerlukan proses belajar atau pelatihan. Ketiga, bakat baru dapat diketahui dengan jelas melalui proses belajar atau pelatihan. Karena itu jika kita ingin mengembangkan bakat, pelajarilah berbagai jenis pelajaran atau keterampilan dengan metode yang tepat dan baik.

2.3 Pengertian Kreativitas
          Kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Sebenarnya, ada banyak pengertian kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan.
            Unsur-unsur dari kreativitas adalah yang terkandung dalam kreativitas adalah pengetahuan, imajinasi dan evaluasi.
            Cara memotivasi kreativitas ada 4 yaitu;
a.       Menguasai teori problem solving
b.      Memancing agar seseorang menjadi ingin tahu
c.       Intropeksi diri
d.      Tanggung jawab
2.4 Pengertian Kreativitas Menurut para Ahli
Berikut ini kami sajikan beberapa pengertian kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli:
1.      Pengertian Kreativitas Menurut  Widayatun: Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.
2.      Pengertian Kreativitas Menurut  James R. Evans: Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran
3.      Pengertian Kreativitas Menurut  Santrock: Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik.
4.      Pengertian Kreativitas Menurut Semiawan: Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.
5.      Pengertian Kreativitas Menurut  Munandar: Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.
2.5 Cara Meningkatkan Minat Baca
Banyak cara membiasakan diri pada seorang anak maupun remaja dalam membaca. Misalnya, dengan mengoleksi buku-buku bacaan atau cerita yang berhubungan dengan pengetahuan. Selain itu, untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh sekolah maupun kalangan siswa itu sendiri.
Hal yang harus dilakukan oleh sekolah, yaitu:
1.      Penciptaan atmosfir kata-kata mutiara di kelas yang mendukung dengan menempel pajangan hasil karya siswa dengan rapi serta slogan-slogan ajakan agar siswa gemar membaca.
2.      Penyediaan buku-buku bacaan yang memadai, baik dari segi kuantitas judul buku maupun kualitas buku di perpustakaan dan setiap ruang kelas.
3.      Memberikan pemahaman akan pentingnya membaca. Cara ini menekankan pada siswa bahwa membaca memiliki banyak manfaat. Karena dari membaca pengetahuan semakin luas dan akan banyak hal baru yang akan kita dapat.
4.      Siswa juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan dan selanjutnya meningkatkan minat bacanya, yaitu:
a.       Yakin bahwa gemar membaca merupakan hal yang terbaik untuk dapat bersaing di era global,
b.      Memiliki niat yang tulus untuk membaca,
c.       Menambah wawasan dengan menyisihkan uang lebih untuk membeli buku, minimal satu buku setiap bulannya, bukan membeli pulsa.
d.      Mulailah membaca sebuah buku dengan membaca daftar isinya terlebih dahulu,
e.       Catatlah setiap ada informasi penting dari buku yang Anda baca, dan
f.       Bersenang-senang dengan buku.
2.6 Mengembangkan Bakat Individu Melalui Membaca
          Pengetahuan intrapersonal anak-anak membutuhkan pembimbing yang mau membaca, berbicara, menginspirasi, mendorong dan melewatkan waktu dengan mereka. Membantu para siswa untuk memahami diri mereka sendiri, perasaan, kekurangan dan bakat mereka.
            Mendorong anak muda untuk mencapai yang terbaik dalam mengembangkan bakat dan minat. Memotivasi mereka untuk berkerja keras, tahan banting, penuh konsentrasi dan mampu mendorong diri mereka sendiri.
2.7 Cara Mengembangkan Bakat yang Di Miliki
          Berdasarkan hasil penelitian serta pengalaman nyata bekerja sama dengan anak-anak dan para orangtua, di dalam bacaan ini membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi ahli dalam prises belajar mandiri, berapun usia mereka. Mereka akan belajar mengembangkan:
1.      Bakat dan talenta diri
2.      Cara belajar efektif dan fleksibel yang sesuai untuk mereka
3.      Keterampilan berpikir secara mandiri; dan
4.      Kreativitasnya sendiri.
2.8 Bakat yang Di Dapat dari Membaca
            Banyak bakat manusia yang masih harus dieksplorasi, masih banyak kemampuan alamiah manusia yang belum atau atau tidak bisa dijabarkan. Jika diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, sangat jarang ada orang yang Cuma diberi kemampuan.Setiap manusia tidak hanya memiliki satu bakat dalam dirinya, orang yang hebat IT  tidak berarti hanya di bekali kemampuan dalam mengotak-atik komputer, harus mempunyai kemampuan yang keras,disiplin,kreatif, dan mau mempelajari hal-hal baru, dan manusia diberikan bakat semangat, mengeksplorasi dan mencari informasi sendiri. Dan dengan membaca manusia bisa mengetahui bakatnya seperti bisa mengerti dirinya,lingkungan sekitar selain itu juga dengan membaca membuat manusia menjadi pintar dan mengingat segala hal yang sudah dia dapat.

BAB 3
HASIL PENELITIAN
1.      Apakah anda senang membaca buku?
a.       Ya
b.      Tidak
c.       Biasa saja
Dari pertanyaan di atas dapat disimpulkan bahwa anak umur 16-17 tahun dalam hal membaca buku mereka biasa saja, karena bagi mereka membaca buku sudah tidak efektif karena adanya internet yang lebih memudahkan mereka untuk membaca. Selain itu kurangnya minat mereka terhadap membaca buku karena adanya e-book yang memudahkan mereka dalam mencari materi, sehingga tidak perlu membuka buku lagi yang memakan waktu banyak. Selain itu mereka pun dengan mudah menggunakan copy and paste untuk mengerjakan tugas mereka.
2.      Buku jenis apa yang anda sukai?
a.       Novel atau komi
b.      Biografi
c.       Ensklopedia
Sesuai dengan kuesioner di atas dan kebanyakan jawaban yang di berikan, lebih banyak dari mereka menyukai jenis Novel atau komik. Ketika anak umur 16-17 tahun diberikan beberapa pilihan buku maka banyak dari mereka yang lebih tertarik dengan novel dan komik, karena bagi mereka novel dan komik lebih menarik dibanding buku yang lain karena alur ceritanya, gambar yang berwarna, bahasa yang sesuai dengan usianya. Selain itu juga komik dan novel dapat membuat mereka membayangkan dari apa yang mereka baca. Apalagi, di usia mereka yang terbilang masih sangat muda senang sekali dengan berfantasi.
3.      Seberapa sering anda membaca buku?
a.       Seminggu sekali
b.      Sebulan sekali
c.       Tidak pernah sama sekali
Besar jawaban dari kuesioner menyatakan bahwa mereka menbaca hanya seminggu sekali. Bila dilihat dari frekuensinya banyak anak yang membaca buku hanya seminggu sekali, untuk mengulang materi yang telah dipelajari serta dapat mengingat materi-materi yang telah lalu serta dapat menambah wawasan. Selain itu juga dengan membaca buku seminggu sekali dapat meningkatkan minat baca mereka yang telah kita sadari untuk anak dengan umur 16-17 tahun minat membaca mereka sangatlah minim.
4.      Buku dengan genre apa yang sering anda baca?
a.      Romance
b.      Science-Fiction
c.       Ilmu Pengetahuan

Para remaja khususnya anak SMA lebih suka membaca buku romance. Romance memang sangat menarik perhatian, terutama kaum hawa. Mengapa demikian?
1.      Dapat membuat pembacanya lebih rileks dan menjauhkan dari pikiran yang stress. Stress tersebut akan hilang karena terbawa oleh suasana dari alur cerita romantis tersebut
2.      Menjadikan pembaca merasakan cinta. Maksudnya adalah tidak semua wanita di dunia ini merasakan indahnya percintaan. Dengan membaca buku romance ini wanita ini akan merasakan pelajaran tentang cinta yang suatu saat akan terjadi
3.      Umur mereka yang masih tegolong remaja yang baru puber, daya imajinasi mereka memang masih sangat terpacu dengan membaca buku dengan genre romance mereka biasa membayangkan hal-hal yang mereka baca, tentu membayangkan ke arah positif.


5.      Bagaimana perasaan anda saat membaca?
a.       Menyenangkan
b.      Membosankan
c.       Biasa saja
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak yang menjawab bahwa membaca buku itu menyenangkan. Membaca memang sangat mengasyikan apalagi cerita-cerita pendek atau novel. Tidak menuntut kemungkin juga bahwa membaca buku pengetahuan sangat mengasyikan. Apa saja yang membuat membaca itu menyenangkan?
1.      Sensasi dari cerita atau alur yang dibuat sangat menggetarkan emosi pembaca
2.      Menambah pengetahuan mereka sehingga akan timbul rasa bahwa dia tahu segalanya yang ada di dalam buku

6.      Bagaimana pengaruh anda saat membaca buku dengan genre Science-Fiction atau Romance?
a.       Terpangaruh atau terbawa suasana
b.      Terbawa dalam kehidupan
c.       Tidak menimbulkan efek apa-apa
Banyak yang menjawab terpengaruh atau terbawa suasana, ini terjadi seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa alur yang ada dalam cerita membuat pembaca merasa seolah-olah mereka ada dalam cerita tersebut. Tanpa disadari, setelah selesai membaca kita masih terbawa suasana bahkan beberapa masih berkhayal “apakah itu ada? Apakah ini nyata? Apakah hidupku akan seperti itu?” pertanyaan-pertanyaan itu akan timbul jika memang suasana yang ditimbulkan oleh alur tersebut sangat kuat.


7.      Buku apa yang anda koleksi di rumah?
a.       Novel. Majalah dan Komik
b.      Ensklopedia dan Biografi
c.       Campuran
Dari anak-anak yang menjawab kuesioner untuk nomor 7, sebagian besar dari mereka mengoleksi Novel, Majalah dan Komik. Di umur 16-17 tahun mereka lebih senang membaca dengan genre yang berfantasi daripada menguras otak mereka seperti Ensklopedia atau Biografi yang rata-rata dari mereka masih belum mengerti. Lalu, sedikit dari mereka mengoleksi campura yang arti mengoleksi novel, majalah dan komik juga mengoleksi ensklopedia dan biografi dan untuk enkslopedia dan biografi saja mereka tidak ada yang mengoleksinya.
8.      Suasana yang bagaimana yang anda sukai saat membaca buku?
a.       Damai, tenang dan sunyi
b.      Ramai
c.       Sambil mendengarkan musik
Jawaban dari 30 anak, besar dari mereka menyukai membaca dengan suasana yang damai, tenang dan sunyi, di karenakan dengan keadaan seperti itu mereka lebih cepat berkonsentrasi saat membaca dan bacaan yang mereka baca menjadi lebih mudah masuk. Lalu, sebagian dari mereka lebih menyukai membaca sambil mendengarkan musik dan tidak ada dari mereka yang menyukai membaca saat keadaan ramai.
9.      Hal apa saja yang membuat anda menjadi ingin membaca buku?
a.       Keinginan sendiri
b.      Sesuai mood
c.       Ikut-ikutan
Dari 30 anak, sebagian besar dari mereka mau membaca buku di karenakan sesuai mood atau suasana hati mereka. Apabila mood atau suasana hati mereka sedang tidak baik dan dalam keadaan buruk mereka tidak akan mau membaca, sebaliknya apabila keadaan hati mereka sedang membaik keinginan membaca buku akan meningkat. Lalu sebagian dari mereka juga lebih senang ikut-ikutan teman saat membaca di karenakan jati diri mereka yang belum sempurna dan yang terakhir sedikit dari mereka membaca karena keinginan mereka tanpa harus di suruh.
10.  Lebih senang membaca buku melalui apa? Buku fisik atau Gadget? Sertakan alasan
Zaman yang sudah semakin canggih dengan teknologi baru, membaca bisa melalui apa saja termasuk dengan membaca melalui gadget atau smartphone yang kita miliki. Aplikasi nya pun beragam; E-book, Wattpad, Scribd, Google Book dan yang lainnya. Sebagian dari mereka menjawab mereka memilih untuk membaca melalui buku fisik dibandingkan membaca melalui gadget. Alasan yang mereka sertakan pun beragam mulai dari tidak baik untuk kesehatan mata hingga menurunnya konsentrasi saat membaca melalui gadget. Adapun sedikit dari mereka menyukai membaca melalui gadget dengan alasan lebih praktis dan mudah dan ada juga dari mereka menyukai membaca melalui buku fisik maupun melalui gadget.
11.  Apa yang dapatkan setelah membaca?
Dari penelitian kepada 30 anak sebagian besar dari mereka menjawab bahwa setelah membaca buku mereka mendapat wawasan dan bertambah pengetahuan ilmu yang mereka miliki serta mendapat manfaat seperti pretasi dalam akademik yang meningkat. Itu tandanya besar dari mereka mendapatkan manfaat yang nyata dari membaca termasuk dengan berkembangnya bakat mereka, melalui membaca mereka bisa mengetahui hal-hal yang mereka tadinya tidak tahu menjadi tahu.

12.  Jelaskan bagaimana cara anda mengajak orang lain untuk mau membaca
Dari pertanyaanh yang kami ajukan, mereka menjawab dengan beragam jawaban tetapi besar jawaban mereka, mereka menjawab dengan menceritakan terlebih dahulu sedikit tentang isi buku itu yang membuat orang menjadi tertarik dan ingin membaca buku tersebut. Melalui cara ini, mereka yakin kalau menceritaka dahulu isi buku tersebut membuat orang lain akan tertarik dengan buku bacaan tersebut.

13.  Bagaimana cara anda mengembangkan bakat anda? Apakah bakat anda sekarang di pengaruhi membaca?
Dari pertanyaan kuesioner di atas sebagian besar dari mereka menjawab tidak karena, bakat yang mereka miliki berhubungan dengan hobby yang mereka suka. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki bakat yang di pengaruhi dari membaca. Cara mereka untuk mengembangkan bakat pun semua jawaban dari mereka menjawab dengan cara melatih terus menerus bakat yang mereka punya.

14.  Menurut anda, bakat apa yang bisa di hasilkan dari membaca buku?
Menurut mereka bakat apa yang dihasilkan dari membaca buku secara keseluruhan mereka menjawab menjadi penulis, pencipta lagu, jurnalis, dan kami menarik kesimpulan bahwa pekerjaan juga berpengaruh terhadap bakat bukan hanya hobby saja.

15.  Menurut anda apakah bakat seseorang bisa di pengaruhi dari membaca? Berikan alasan
Penelitian terakhir, tentang bakat seseorang itu dipengaruhi dari membaca atau tidak dan mereka memberi jawaban bisa karena membaca membuat kita menambah pengetahuan dan bisa mengasah bakat yang kita miliki dengan membaca dan berfikir lebih kritis dalam segala hal.



BAB 4
PENUTUP

·        Simpulan
          Dari makalah ini kami mendapatkan kesimpulan, dari membaca kita dapat mengembangkan bakat yang kita miliki. Contohnya adalah dari membaca yang memiliki bakat menulis novel atau cerita bisa mengembangkan dengan cara mencontoh tulisan yang sudah di susun dengan menggunakan EYD yang baik. Dari membaca juga kita bisa menuangkan ilmu pengetahuan di dalam tulisan kita agar pembaca yang membaca tulisan kita bisa menambah wawasannya juga. Tidak hanya itu, dari bakat yang di kembangkan melalui membaca buku, bakat yang kita miliki bisa mendapatkan keuntungan untuk kita, contohnya adalah dari mempunyai bakat menulis kita bisa menjadi jurnalis atau penulis buku yang bisa menjadikan sebuah lapangan pekerjaan.
·    Kritik dan Saran
    Kami dari penyusun makalah ini memohon kepada pembaca apabila makalah ini kurang bisa di berikan kritiknya dan apabilang makalah ini masih belum bisa memuaskan para pembaca kamu juga menerima saran agar makalah ini bisa lebih baik lagi





DAFTAR PUSTAKA
Hasana, F. 2006. Think Smart Bahasa Indonesia. Jakarta: Grafindo Media Pratama
Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Febrianto,A,M. 2004. Melatih Anak Berpikir Seperti Jenius. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Muhammad, S. 2008. Jadi Kaya Selagi Mahasiswa. Jakarta: Gradien Mediatama
Hakim,T. Belajar Secara Efektif. Depok: Puspa Swara
Johnson,E,B. 2002. Contextual Reading and Learning; Menjadi Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikan dan Bermakna. Bandung: Mizan Learning Center