Kamis, 29 September 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN - SDM, ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN



PSIKOLOGI MANAJEMEN
SDM, ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
IRA BURAIRAH SEMESTA
15514416
3PA02



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
A.   Sumber Daya Manusia
1.     Pengertian SDM
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping factor yang lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM).
Manajemen sumber daya manusia yang sering juga disebut dengan manajemen personalia oleh para penulis di definisikan secara berbeda. Beberapa di antaranya adalah:
Human resource management (HRM) may be defined as programs, politics, and practices for managing an organization’s work force.
Dalam kegiatan ekonomi sumber daya manusia merupakan factor produksi paling penting karena berbagai macam pekerjaan dalam berbagai tingkat keahlian, keterampilan, da pengetahuan dilakukan oleh tenaga kerja. Adapun yang dimaksud dengan tenaga kerja ialah semua orang yang bersedia dan sanggup untuk bekerja. Tenaga kerja meliputi mereka yang bekerja untuk upah atau gaji maupun mereka yang bekerja untuk kepentingan diri sendiri.
Di Indonesia dengan jumlah penduduk 222 juta jiwa (berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2005), masih belum memiliki sumber daya manusia berkualitas yang mencukupi kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keberadaan tenaga kerja yang ahli dan professional masih langka.
2.     Teori SDM
Berikut merupakan teori-teori manajemen sumber daya manusia yakni sebagai berikut.. 
a.      Kinerja Pegawai
Kinerja merupakan penampilan hasil karya seseorang dalam bentuk kualitas ataupun kuantitas dalam suatu organisasi. Kinerja tampilan individu maupun kelompok kerja pegawai. Hal penting dalam kinerja adalah tujuan, ukuran, dan penilaian. Penentuan tujuan setiap unit organisasi merupakan strategi dalam meningkatkan kinerja. Tujuan memberikan arah dam mempengaruhi bagaimana perilaku pekerja yang diharapkan organisasi dari setiap personel.
Tolak Ukur Kinerja
Dimensi-dimensi yang dijadikan sebagai ukuran kerja menurut Nawawi(2000:97) adalah sebagai berikut..
1.      Tingkat kemampuan kerja (kompetensi) dalam melaksanakan pekerjaan baik yang diperoleh dari hasil pendidikan dan pelatihan maupun yang sumber dari pengalaman kerja. 
2.      Tingkat kemampuan eksekutif dalam memberikan motivasi kerja, agar pekerja sebagai individu pekerja dengan usaha maksimum, yang memungkinkan tercapainya hasil sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
b.      Kompensasi 
Kompensasi adalah salah satu faktor baik secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja pegawai. Karena semestinya pemberian kompensasi kepada pegawai perlu mendapat perhatian khusus dari pihak manajemen instansi agar motivasi para pegawai dapat dipertahankan dan kinerja pegawai diharapkan akan terus meningkat. Kompensasi langsung terdiri atas gaji, uang transport, tunjangan hari raya, uang lembur, dan tunjangan langsung lainnya. Sedangkan pada kompensasi tidak langsung terdiri atas promosi jabatan, asuransi, tunjangan jabatan, dan mutasi. 
Sistem kompensasi adalah dengan memberikan kepada pegawai atas dasar dari prestasi kerjanya. Sistem kompensasi meliputi (1). Upah potongan (piecework), (2) Komisi, (3) Bonus, (4) bagian laba, (5) bagi produksi. Sistem kompensasi salah satu alat memotivasi karyawan yang bertujuan mencapai yang telah ditetapkan. Umumnya, kompensasi diberikan imbalan dari perilaku kerja individual, akan tetapi ada yang kelompok. 
c.       Kompetensi
Kompetensi adalah karakteristik dasar yang dihubungkan dengan peningkatan kinerja individu atau tim. Pengelompokan kompetensi terdiri dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan kemampuan (ablities). Kompetensi karyawan diperlukan untuk mengidentifikasi pekerjaan sesuai dengan prestasi yang diharapkan. Kompetensi tingkat karyawan adalah sebagai berikut:
  • Flexibility, adalah kemapuan untuk melihat perubahan sebagai salah satu kesempatan yang menggembirakan ketimbang sebagai ancaman.  
  • Information seeking, motivation, and ability to learn, adalah kemampuan mencari kesempatan belajar tentang keahlian teknis dan interpersonal. 
  • Achievment motivation, adalah kemampuan berinovasi sebagai peningkatan kualitas, dan produktivitas. 
  • Work motivation under time pressure, adalah kemampuan menahan stres dalam organisasi, dan komitmen dalam menyelesaikan pekerjaan 
  • Collaborativeness adalah kemampuan pegawai untuk bekerja secara kooperatif di dalam kelompok. 
  • Customer service orientation adalah kemampuan melayani konsumen, mengambil insiatif dalam mengatasi masalah yang dihadapi konsumen.
d.      Komitmen Pegawai
Komitmen pegawai adalah kekuatan relatif dari identifikasi dan keterlibatan individu kepada organisasi tertentu. Komitmen dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu sebagai berikut...
1)      Visiblitas, adalah perilaku yang dapat diamati oleh orang lain. Cara sederhana untuk membuat individu memiliki komitmen pada organisasi adalah dengan melihat dukungan kepada organisasi beserta tujuan-tujuannya. Visibilitas harus dikombinasikan dengan ketegasan. 
2)      Ketegasan, adalah individu tidak dapat menyangkal perilaku yang terjadi. Ketegasan perilaku tergandung atas dua faktor yaitu diamati dan jelas tidak samar-samar. Kalau perilaku yang tidak dapat diamati kecuali dengan cara merujuk maka hal ini kurang jelas. 
3)      Keteguhan Perilaku, adalah permanen, tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan
4)      Kemauan pribadi yang mengikat karyawan pada tindakannya, yakni tanggung jawab pribadi. Tingkat kemauan dari tindakan berhubungan dengan 1. pilihan, 2 adanya tuntutan eksternal untuk bertindak, 3. adanya dasar ekstrinsik untuk bertindak, dan (4). adanya kontributor untuk bertindak.  
e.      Kepemimpinan 
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada orang dan membujuk anggota organisasi agar bergerak menuju arah yang diinginkan. Sebagai pemimpin ada yang efektif dan ada yang juga tidak. Efektif atau tidak efektif seorang pemimpin ditentukan atas dua faktor yaitu 1. karakteristik kepemimpinan seperti dalam teori sifat kepemimpinan (trait theory), dan karakteristik pribadi misalnya kemampuan mental yang superior, kemantangan emosi, dorongan emosi, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan manajerial, dan keterampilan kepemimpinan. 
Esensi kepemimpinan pada dasarnya adalah membantu agar menampilkan potensi terbaiknya untuk kepentingan organisasi. Akan tetapi karakteristik pengikut atau bawahan berbeda satu sama lain, dan karena itu dalam kepemimpinan mencakup berbagai gaya yang dapat diterapkan atau diaplikasikan.
3.     Contoh SDM
(SDM) secara makro adalah semua penduduk dalam wilayah tertentu yang sudah memasuki usia atau umur kerja, baik yang sudah kerja ataupun yang sedang mencari pekerjaan. Pengertian SDM lainnya adalah manusia yang bekerja disebuah organisasi yang bisa dihitung jumlahnya. Contoh dari sumber daya manusia adalah pemuda lulusan SMK yang siap bekerja ditempatkan diberbagai pabrik, mahasiswa yang setelah di wisuda, seseorang yang sedang mencari pekerjaan, seseorang yang usianya sudah lebih dari usia 17 tahun. Sekarang ini usia minimal seseorang dalam bekerja adalah sudah mencapai 17 tahun.
Adanya sumber daya manusia yang terpenuhi merupakan faktor utama dalam kegiatan pembangunan. Agar pembangunan bisa berjalan lancar dan maksima diperlukan tenaga kerja yang handal atau sumber daya manusianya baik. Contohnya pemerintah di dinas perindustrian dan perdagangan memberikan pelatihan menjahit secara gratis bagi warga negara yang minimal lulusan SMP. Dengan upaya tersebut akan meningkatkan kemampuan atau skil sebelum bekerja sehingga mereka bisa siap bekerja. Dan kebutuhan tenaga kerja yang handal di pabrik terpenuhi agar kualitas barang yang diproduksi sangat bagus. Berikut ini adalah contoh Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia:


Dorong Kualitas SDM, Perusahaan Alih Daya Ini Gandeng 3 Sekolah
Liputan6.com, Jakarta - PT ISS Indonesia menjalin kerja sama dengan tiga sekolah bisnis di Indonesia dalam sebuah program yang diberi nama ISS Management and Leadership Development Program. ISS mengharapkan dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat manajer. Kerja sama dengan ketiga sekolah bisnis tersebut ditandai dengan acara penandatanganan MOU antara ISS Indonesia dengan Prasetya Mulya Business School, SBM Institut Teknologi Bandung, dan BINUS Business School.
“Program ini diperuntukkan untuk tingkat manajer dengan tujuan mereka mampu memimpin dengan penuh integritas, cepat bertindak dan mampu ambil keputusan sendiri,” tegas Presiden Direktur ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan. Elisa melanjutkan, SDM menjadi kunci dalam keberhasilan perusahaan untuk memberikan layanan yang berkualitas yang pada akhirnya memberikan kepuasan pada pelanggan atau klien. “Setiap karyawan ISS diharapkan bertansformasi menjadi Great Performer, yang dapat memberikan pelayanan terbaik melampaui ekpektasi klien,” tukas Elisa.
Sementara, Executive Dean and Provost BINUS Business School Firdaus Alamsjah mengatakan, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kapasitas intelektual. Pemimpin juga harus punya sifat yang bagus dan berani mengambil risiko. “Ada tiga hal. Panutan bagi bawahan dan perusahaan, pendorong ke arah kemajuan tanpa putus asa, dan kreatif dalam mencari solusi yang harus menjadi karakteristik kolektif pemimpin pada sebuah proses transformasi,” ucapnya.
Menurut Elisa, ISS Management and Leadership Development Programmenyasar sekitar 1.000 karyawan ISS di level manajer. Untuk tahun ini, kurang lebih 150 karyawan level manajer akan mengikuti program selama kurang lebih enam bulan.“Selama periode program, para partisipan akan mendapat materi pengetahuan dan kompetensi yang mencakup tiga aspek, yaitu brain, heart dan guts. Pemimpin harus punyaguts, keberanian mengambil keputusan apa pun risikonya. Akan tetapi, tetap harus didasarkan pengetahuan yang cukup,” paparnya. Dia menambahkan, program ISS Management and Leadership Development Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan SDM yang secara kontinu dan konsisten dijalankan oleh ISS Indonesia.
B.   Organisasi
1.  Pengertian Organisasi
Dikatakan organisasi jika ada aktifitas/kegiatan yang dikerjakan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dan bukan satu orang. Karena jika kegiatan itu dilakukan oleh satu orang bukan dikatakan organisasi. Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Untuk memahami organisasi secara baik, maka perlu kiranya kita berangkat dari berapa defenisi yang ada untuk mewakili pemahaman setiap orang di antaranya :
1)      James D. Mooney (1974) mengutarakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerja sama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
2)      Ralp Currier Davis (1951) berpendapat bahwa organisasi adalah suatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja kearah tujuan bersama dibawah satu kepemimpinan.
3)      Herbert A. Simon (1958) mengatakan bahwa organisasi adalah suatu rencana mengenai usaha kerjasama yang mana setiap peserta mempunyai peranan yang diakui untuk dijalankan dan kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas untuk dilaksanakan
4)      Drs. Dydiet Hardjito, M.Sc organisasi  adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai melalui individu secara terpisah.
5)      Menurut Maringan (2004) pengertian organisasi dapat dibedakan pada dua macam, yaitu :
·         Organisasi sebagai alat dari manajemen artinya organisasi sebagai wadah/tempat manajemen sehingga memberikan bentuk manajemen yang memungkinkan manajemen bergerak atau dapat dikaitkan.
·         Organisasi sebagai fungsi manajemen artinya organisasi dalam arti dinamis (bergerak) yaitu organisasi yang memberikan kemungkinan tempat manajemen dapat bergerak dalam batas- batas tertentu. Dinamis berarti baa organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya pimpinan harus ditempatkan di bagian yang strategis
·         Hakekat Oragnisasi menurut Edgar H. Shein dalam bukunya the Psykologi of Organization (1982) organisasi adalah Koordinasi yang direncanakan mengenai kegiatan-kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian kerja dan fungsi berdasarkan tingkatan otoritas (kewenangan) dan tanggungjawab. Dengan definisi ini, pada hakekatnya dalam sebuah organisasi diperlukan sejumlah pesyaratan atau gagasan, antara lain:
o   Bahwa Organisasi memerlukan pengembangan dan pemeliharaan koordinasi.
o   Bahwa didalam organisasi terdapat tujuan bersama yang pencapaianya harus di upayakan semaksimal mungkin.
o   Di dalam Organisasi tedapat pembagian kerja (division of labor)
o   Seluruh kegiatan dalam organisasi harus menciptakan keterpaduan (integration), menekankan bahwa objek koordinasi pada dasarnya bukan orang tetapi kegiatan atau pekerjaan.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa dalam setiap organisasi terdapat tiga unsur dasar yaitu Orang-orang, Kerjasama dan Tujuan yang hendak dicapai. Organisasi juga harus memiliki lima fenomena penting yaitu :
·         Organisasi harus mempunyai tujuan.
·         Organisasi harus mempunyai program, kegiatan strategi dan metode untuk mencapai tujuan organisasi.
·         Organisasi harus mempunyai pimpinan atau manajer yang bertanggung jawab terhadap organisasi itu dalam mencapai tujuan.
·         Organisasi itu terdiri dari dua orang atau lebih.
·         Organisasi itu harus ada kerjasama



2.  Teori Organisasi
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
·         TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a)      Teori birokrasi
dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
b)     Teori administrasi
dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c)      Manajemen ilmiah
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.

·         TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:
a)      Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b)      Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c)      Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

·         TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan  keunggulan-keunggulan  perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan  lingkungannya,  dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan.
Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.
3.  Contoh Organisasi
1)      GERAKAN PRAMUKA INDONESIA
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya. "Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
2)      KOPERASI
Istilah koperasi berasal dari bahasa asing co-operation. (Co = bersama, operation = usaha), koperasi berarti usaha bersama, misalnya Koperasi Unit Desa (KUD) artinya usaha bersama masyarakat di satu wilayah desa, Koperasi Karyawan artinya usaha bersama para karyawan.
Menurut Undang-undang Nomor 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian,”Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”(pasal 3 UU No.12/1967).
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang perkoperasian menyatakan bahwa koperasi adalah “badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.
Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota. Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga kerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.
3)      WHO (WORLD HEALTH ORGANIZATION)
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Margaret Chan (menjabat mulai 8 November 2006). WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.
Konstitusi WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO "adalah agar semua orang mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan". Tugas utama WHO yaitu membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah menyebar luas.
WHO adalah salah satu badan-badan asli milik PBB, konstitusinya pertama kali muncul pada Hari Kesehatan Dunia yang pertama (7 April 1948) ketika diratifikasi ( Ratifikasi ) oleh anggota ke-26 PBB. Jawarharlal Nehru, seorang pejuang kebebasan utama dari India, telah menyuarakan pendapatnya untuk memulai WHO. Aktivitas WHO, juga sisa kegiatan Organisasi Kesehatan LBB (Liga Bangsa-bangsa), diatur oleh sebuah Komisi Interim seperti ditentukan dalam sebuah Konferensi Kesehatan Internasional pada musim panas 1946. Pergantian dilakukan melalui suatu Resolusi Majelis Umum PBB. Pelayanan epidemiologi Office International d'Hygiène Publique Prancis dimasukkan dalam Komisi Interim WHO pada 1 Januari 1947.


C.    Kepemimpinan
1.     Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju tentang apa yang perlu dikerjakan dan bagaimana tugas itu dapat dilakukan secara efektif, dan proses memfasilitasi usaha individu dan kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut John C. Maxwell (1967); pemimpin adalah pengaruh. Kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan lain.
Ø  Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat dikemukakan beberapa pengertian kepemimpinan yang mudah difahami sebagai berikut:
o   Kepemimpinan adalah proses pengaruh social dalam hubungan interpersonal, penetapan keputusan dan pencapaian tujuan.
o   Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi perilaku orang lain ke arah pencapaian tujuan.
Esensi kepemimpinan pada dasarnya adalah membantu agar menampilkan potensi terbaiknya untuk kepentingan organisasi. Akan tetapi karakteristik pengikut atau bawahan berbeda satu sama lain, dan karena itu dalam kepemimpinan mencakup berbagai gaya yang dapat diterapkan atau diaplikasikan.
2.     Teori Kepemimpinan
A.      Leader traits (sifat-sifat pemimpin) Five treats and skill:
o   Capacity; intellegence, alertness, verbal pacility, originality, judgment.
o    Achievement; scholarship, knowledge, athletic accomplishments.
o   Responsibility; dependability, initiative, persistence, aggressiveness, self confidence, desire to excel.
o   Participation; activity, sociability, cooperations, adaptability, humor.
o   Status; socioeconomic, popularity.
B.      Kepemimpinan situasional
Model kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor situasi sebagai variabel penentu kemampuan kepemimpinan. Studi-studi tentang kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristiik situasi atau keadaan sebagai faktor penentu utama yang membuat seorang pemipin berhasil melaksanakan tugas-tugas organisasi secara efektif dan efesien.
C.      Pemimpin yang efektif
Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang tipe-tipe tingkah laku para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan dan konsiderasi.
D.     Kepemimpinan kontigensi
Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin tingkah lakunya dan variabel-variabel situasional.
Terdapat 4 tingkah laku pada model kepemimpinan ini:
o   Supporive leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat.
o   Directive leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur dan petunjuk yang ada.
o   Participative leadership (konsultasi terhadap bawahan dalam pengambilan keputusan
o   Achivement-oriented leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya kinerja memuaskan.
o   Kepemimpinan transformasional
Pada hakekatnya model ini menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggung jawab merekan lebih dari yang diharapkan.

3.     Contoh Kepemimpinan
Ø CONTOH 1
Jakarta, Kompas - Indonesia disegani di dunia internasional karena kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan kuat itu ditunjukkan antara lain oleh Soekarno, presiden pertama Indonesia. ”Para pemimpin dunia menghormati Indonesia dan menghargai Bung Karno,” ujar Guntur Soekarnoputra, putra Proklamator Soekarno dalam jumpa pers peluncuran buku Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku di Jakarta, Sabtu (17/11). Soekarno berteman dengan Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy, senator AS Robert ”Bobby” Kennedy, Pemimpin Vietnam Ho Chi Minh, Pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev, Pemimpin China Zhou En Lai, dan lain-lain. Menurut Guntur, bukunya sangat relevan dengan kondisi sekarang ini. Kepemimpinan Soekarno sebagai negarawan, ayah, dan kawan sangat penting dipahami oleh generasi muda. Guntur merekam kehidupannya bersama Soekarno sejak masih bocah hingga dewasa dan dituangkan dalam bukunya itu. Guntur sering menyertai Soekarno berkeliling dunia hingga mengenal tokoh-tokoh dunia yang sangat menghormati Indonesia dan Soekarno
Ø CONTOH 2
Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan tepat memimpin Indonesia selama dua tahun pada Oktober 2016. Selama dua tahun ini, para pengusaha menganggap Jokowi tidak beruntung. Ketua‎ Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani menilai kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian mempengaruhi kepemimpinan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam dua tahun ini.
"Saya lihat Pak Jokowi lagi tidak beruntung karena dia memerintah saat ekonomi terpuruk, jadi tidak bisa terlalu kelihatan dan konsolidasi internal sendiri juga lamban. Jadi, itu yang saya lihat menghambat beliau‎," kata Haryadi di Jakarta, Jumat (23/9/2016). Secara kepribadian, Haryadi menganggap Jokowi sebenarnya memiliki kinerja dan misi yang bagus. Namun, hal itu belum diteruskan oleh para birokratnya hingga ke lapangan.
Dia memberi contoh mengenai dwelling time atau waktu bongkar muat di pelabuhan. Saat awal menjabat, Jokowi sudah menginginkan untuk menurunkan angka dwelling time. Nyatanya sampai saat ini hal itu belum terwujud secara keseluruhan.
Dalam dua tahun memimpin, satu hal yang menjadi catatan positif kinerja Jokowi di mata pengusaha adalah pembangunan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu kementerian yang patut mendapatkan apresiasi. "PUPR bagus, Pak Basuki menurut saya menteri yang memiliki kinerja paling bagus," ujar dia. Hanya saja yang berkaitan dengan infrastruktur yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, menurut Haryadi adalah soal listrik.
"Secara keseluruhan yang belum mendukung ya listrik. Listrik itu belum beres-beres sampai sekarang. Yang lain kayak pelabuhan, airport mungkin karena perhitungan agak spesifik investornya mungkin tidak banyak minat, tapi kalau listrik banyak yang mau, over malah," ujar dia. (Yas/Ahm)
D. kaitan antara SDM, Organisasi dan Kepemimpinan
Abad 21 merupakan abad penuh dengan tantangan dimana sikap dan perilaku harus mampu menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan paradigma dalam abad 21 (profesionalisme, kreatif dan inovasi, antisipatif).
Shelly McCallum and David O’Connell (2007) dalam jurnalnya “Social capital and leadership development Building stronger leadership through enhanced relational skills” menyebutkan bahwa Sifat kompleks dan dinamis organisasi serta lingkungan eksternal saat ini memerlukan kecakapan kepemimpinan yang signifikan. Mendominasi fokus dalam pengembangan sumber daya manusia menghasilkan pemimpin efektif yang nantinya membuat perbedaan dalam banyak organisasi. Namun, agar organisasi sepenuhnya mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka, diharapkan memelihara aktif elemen modal sosial seperti membangun hubungan, mendorong kepercayaan, niat baik, dan timbal balik. Pada abad dua puluh satu organisasi yang sukses akan dipimpin oleh pemimpin yang tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk beroperasi secara efektif tetapi juga memiliki kemampuan relasional untuk mitra dengan orang lain untuk mewujudkan visi dan tujuan mereka.
Dengan kesiapan sikap dan perilaku, Kepemimpinan seseorang harus mampu menembus ketidakpastian menjadi peluang, oleh karena itu membangun kebiasaan yang produktif merupakan kunci menuju sukses dalam menembus gonjangan-gonjongan yang ditimbulkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, disinilah dituntut kemampuan kepemimpinan mengelola dari dampak konflik dalam menanggapi kepentingan stakeholders. Kemampuan kepemimpian sesorang juga berandil besar dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada dalam organisasi tersebut.
Faktor sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan personal yang tepat menjadi kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal dalam implementasi karena faktor manusia ini.
Kepemimpinan dan sumberdaya manusia adalah fuel organisasi. Rekruitmen yang diwarnai dengan penyuapan akan menurunkan kualitas sumberdaya manusia dan merusak organisasi secara keseluruhan. Dalam prosesnya, sumber daya manusia sangat perlu dilakukan pengembangan untuk kelangsungan suatu organisasi dan menjamin kualaitas dari organisasi tersebut. Berikut ini adalah salah satu contoh SDM, Organisasi dan Kepemimpinan yang ada di Indonesia:
Liputan6.com, Makassar: Mantan pemain PSM era 80-an, Danny Irawan terpilih menjadi ketua umum PSSI Sulsel periode 2014-2019 pada musprovlub PSSI Sulsel yang digelar di Hotel Asyra Makassar, Sabtu, (15/3/2014). Danny juga mencatatkan rekor baru di PSSI sebagai mantan pemain pertama yang memimpin induk organisasi tersebut. Danny terpilih memimpin PSSI Sulsel hingga 2019 secara aklamasi setelah calon lainnya yakni Mulyadi menyatakan mundur menjadi calon ketua PSSI Sulsel usai pemaparan visi misi.
Dari 36 voter, Danny didukung 31 Pengurus Cabang (pengcab) dan 11 klub. Sedangkan yang menolak pencalonan Danny hanya terdapat tiga suara dan dua pengcab yakni Jeneponto dan Perspin yang tidak hadir dalam musprovlub tersebut. Danny yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Anggaran KONI Sulsel, mengatakan jika inilah saatnya mengembalikan kejayaan sepak bola Sulsel dengan memperbaiki induk rumah para atlet sepak bola Sulsel.
"Ini saatnya Sulsel kembali menjadi sentral sepak bola Indonesia. Kita semua tahu kalau 90 persen pesepak bola nasional ada di Sulsel," ujarnya. Danny memiliki harapan agar para pemain lokal tidak lagi bermain di luar Sulsel. Itu sebabnya ia mencanangkan program kerja pemandu bakat untuk menjaring pemain U-19  sebagai kerangka tim Pra-PON dan menjalankan kompetisi lokal. "Program kerja jangka pendek sudah kami siapkan, liga tahun ini juga bisa diselenggarakan. Makanya kami ingin semua pihak ikut membantu dan bergerak bersama," katanya menambahkan.

DAFTAR PUSTAKA

Dessler, Gary. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia. jilid 2. Jakarta: PT Prenhallindo
Marihot, Tua. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia
Purnawanto, Budy. Manajemen SDM Berbasis Proses. Jakarta: Grasindo
Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke3. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widjajanta, Bambang. 2007. Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas X SMA/MA. Bandung: Citra Praya
https://www.academia.edu/6194405/MAKALAH_ORGANISASI  Di akses tanggal 27 September 2016
Di akses tanggal 27 September 2016
http://www.liputan6.com/ Di akses tanggal 28 September 2016