PSIKOLOGI MANAJEMEN
SDM, ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
IRA BURAIRAH SEMESTA
15514416
3PA02
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
A.
Sumber Daya
Manusia
1.
Pengertian
SDM
Sumber daya manusia (SDM) merupakan
salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping factor
yang lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi
dalam perusahaan yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM).
Manajemen sumber daya manusia yang
sering juga disebut dengan manajemen personalia oleh para penulis di
definisikan secara berbeda. Beberapa di antaranya adalah:
Human resource management (HRM) may be
defined as programs, politics, and practices for managing an organization’s
work force.
Dalam
kegiatan ekonomi sumber daya manusia merupakan factor produksi paling penting
karena berbagai macam pekerjaan dalam berbagai tingkat keahlian, keterampilan,
da pengetahuan dilakukan oleh tenaga kerja. Adapun yang dimaksud dengan tenaga
kerja ialah semua orang yang bersedia dan sanggup untuk bekerja. Tenaga kerja
meliputi mereka yang bekerja untuk upah atau gaji maupun mereka yang bekerja
untuk kepentingan diri sendiri.
Di
Indonesia dengan jumlah penduduk 222 juta jiwa (berdasarkan data Badan Pusat
Statistik, 2005), masih belum memiliki sumber daya manusia berkualitas yang
mencukupi kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
keberadaan tenaga kerja yang ahli dan professional masih langka.
2.
Teori
SDM
Berikut merupakan teori-teori
manajemen sumber daya manusia yakni sebagai berikut..
a. Kinerja Pegawai
Kinerja merupakan penampilan hasil
karya seseorang dalam bentuk kualitas ataupun kuantitas dalam suatu organisasi.
Kinerja tampilan individu maupun kelompok kerja pegawai. Hal penting dalam
kinerja adalah tujuan, ukuran, dan penilaian. Penentuan tujuan setiap unit
organisasi merupakan strategi dalam meningkatkan kinerja. Tujuan memberikan
arah dam mempengaruhi bagaimana perilaku pekerja yang diharapkan organisasi
dari setiap personel.
Tolak Ukur Kinerja
Dimensi-dimensi yang dijadikan sebagai
ukuran kerja menurut Nawawi(2000:97) adalah sebagai berikut..
1.
Tingkat kemampuan kerja (kompetensi) dalam
melaksanakan pekerjaan baik yang diperoleh dari hasil pendidikan dan pelatihan
maupun yang sumber dari pengalaman kerja.
2.
Tingkat kemampuan eksekutif dalam memberikan
motivasi kerja, agar pekerja sebagai individu pekerja dengan usaha maksimum,
yang memungkinkan tercapainya hasil sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
masyarakat.
b. Kompensasi
Kompensasi adalah salah satu faktor
baik secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja
pegawai. Karena semestinya pemberian kompensasi kepada pegawai perlu mendapat
perhatian khusus dari pihak manajemen instansi agar motivasi para pegawai dapat
dipertahankan dan kinerja pegawai diharapkan akan terus meningkat. Kompensasi
langsung terdiri atas gaji, uang transport, tunjangan hari raya, uang lembur,
dan tunjangan langsung lainnya. Sedangkan pada kompensasi tidak langsung
terdiri atas promosi jabatan, asuransi, tunjangan jabatan, dan mutasi.
Sistem kompensasi adalah dengan
memberikan kepada pegawai atas dasar dari prestasi kerjanya. Sistem kompensasi
meliputi (1). Upah potongan (piecework), (2) Komisi, (3) Bonus, (4)
bagian laba, (5) bagi produksi. Sistem kompensasi salah satu alat memotivasi
karyawan yang bertujuan mencapai yang telah ditetapkan. Umumnya, kompensasi
diberikan imbalan dari perilaku kerja individual, akan tetapi ada yang
kelompok.
c. Kompetensi
Kompetensi adalah karakteristik dasar
yang dihubungkan dengan peningkatan kinerja individu atau tim.
Pengelompokan kompetensi terdiri dari pengetahuan (knowledge),
keterampilan (skill), dan kemampuan (ablities). Kompetensi
karyawan diperlukan untuk mengidentifikasi pekerjaan sesuai dengan prestasi
yang diharapkan. Kompetensi tingkat karyawan adalah sebagai berikut:
- Flexibility, adalah kemapuan untuk melihat perubahan sebagai salah satu kesempatan yang menggembirakan ketimbang sebagai ancaman.
- Information seeking, motivation, and ability to learn, adalah kemampuan mencari kesempatan belajar tentang keahlian teknis dan interpersonal.
- Achievment motivation, adalah kemampuan berinovasi sebagai peningkatan kualitas, dan produktivitas.
- Work motivation under time pressure, adalah kemampuan menahan stres dalam organisasi, dan komitmen dalam menyelesaikan pekerjaan
- Collaborativeness adalah kemampuan pegawai untuk bekerja secara kooperatif di dalam kelompok.
- Customer service orientation adalah kemampuan melayani konsumen, mengambil insiatif dalam mengatasi masalah yang dihadapi konsumen.
d. Komitmen Pegawai
Komitmen pegawai adalah kekuatan
relatif dari identifikasi dan keterlibatan individu kepada organisasi tertentu.
Komitmen dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu sebagai berikut...
1)
Visiblitas, adalah perilaku yang dapat diamati
oleh orang lain. Cara sederhana untuk membuat individu memiliki komitmen pada
organisasi adalah dengan melihat dukungan kepada organisasi beserta
tujuan-tujuannya. Visibilitas harus dikombinasikan dengan ketegasan.
2)
Ketegasan, adalah individu tidak dapat menyangkal
perilaku yang terjadi. Ketegasan perilaku tergandung atas dua faktor yaitu
diamati dan jelas tidak samar-samar. Kalau perilaku yang tidak dapat diamati
kecuali dengan cara merujuk maka hal ini kurang jelas.
3)
Keteguhan Perilaku, adalah permanen,
tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan
4)
Kemauan pribadi yang mengikat karyawan pada
tindakannya, yakni tanggung jawab pribadi. Tingkat kemauan
dari tindakan berhubungan dengan 1. pilihan, 2 adanya tuntutan eksternal untuk
bertindak, 3. adanya dasar ekstrinsik untuk bertindak, dan (4). adanya
kontributor untuk bertindak.
e. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk
memberikan semangat kepada orang dan membujuk anggota organisasi agar bergerak
menuju arah yang diinginkan. Sebagai pemimpin ada yang efektif dan ada yang
juga tidak. Efektif atau tidak efektif seorang pemimpin ditentukan atas dua
faktor yaitu 1. karakteristik kepemimpinan seperti dalam teori sifat kepemimpinan
(trait theory), dan karakteristik pribadi misalnya kemampuan mental yang
superior, kemantangan emosi, dorongan emosi, keterampilan pemecahan masalah,
keterampilan manajerial, dan keterampilan kepemimpinan.
Esensi kepemimpinan pada dasarnya
adalah membantu agar menampilkan potensi terbaiknya untuk kepentingan
organisasi. Akan tetapi karakteristik pengikut atau bawahan berbeda satu sama
lain, dan karena itu dalam kepemimpinan mencakup berbagai gaya yang dapat
diterapkan atau diaplikasikan.
3.
Contoh
SDM
(SDM) secara
makro adalah semua penduduk dalam wilayah tertentu yang
sudah memasuki usia atau umur kerja, baik yang sudah kerja ataupun yang sedang
mencari pekerjaan. Pengertian SDM lainnya adalah manusia yang bekerja disebuah
organisasi yang bisa dihitung jumlahnya. Contoh dari sumber daya manusia adalah
pemuda lulusan SMK yang siap bekerja ditempatkan diberbagai pabrik, mahasiswa
yang setelah di wisuda, seseorang yang sedang mencari pekerjaan, seseorang yang
usianya sudah lebih dari usia 17 tahun. Sekarang ini usia minimal seseorang
dalam bekerja adalah sudah mencapai 17 tahun.
Adanya sumber daya manusia yang terpenuhi merupakan faktor utama
dalam kegiatan pembangunan. Agar pembangunan bisa berjalan lancar dan maksima
diperlukan tenaga kerja yang handal atau sumber daya manusianya baik. Contohnya
pemerintah di dinas perindustrian dan perdagangan memberikan pelatihan menjahit
secara gratis bagi warga negara yang minimal lulusan SMP. Dengan upaya tersebut
akan meningkatkan kemampuan atau skil sebelum bekerja sehingga mereka bisa siap
bekerja. Dan kebutuhan tenaga kerja yang handal di pabrik terpenuhi agar
kualitas barang yang diproduksi sangat bagus. Berikut ini adalah contoh Sumber
Daya Manusia yang ada di Indonesia:
Dorong
Kualitas SDM, Perusahaan Alih Daya Ini Gandeng 3 Sekolah
Liputan6.com, Jakarta - PT ISS
Indonesia menjalin kerja sama dengan tiga sekolah bisnis di Indonesia dalam
sebuah program yang diberi nama ISS Management and Leadership Development
Program. ISS mengharapkan dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas
dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat manajer. Kerja sama dengan
ketiga sekolah bisnis tersebut ditandai dengan acara penandatanganan MOU antara
ISS Indonesia dengan Prasetya Mulya Business School, SBM Institut Teknologi
Bandung, dan BINUS Business School.
“Program ini diperuntukkan untuk
tingkat manajer dengan tujuan mereka mampu memimpin dengan penuh integritas,
cepat bertindak dan mampu ambil keputusan sendiri,” tegas
Presiden Direktur ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan. Elisa
melanjutkan, SDM menjadi kunci dalam keberhasilan perusahaan untuk memberikan
layanan yang berkualitas yang pada akhirnya memberikan kepuasan pada pelanggan
atau klien. “Setiap karyawan ISS diharapkan bertansformasi menjadi Great
Performer, yang dapat memberikan pelayanan terbaik melampaui ekpektasi klien,”
tukas Elisa.
Sementara, Executive Dean and
Provost BINUS Business School Firdaus Alamsjah mengatakan, pemimpin tidak cukup
hanya memiliki kapasitas intelektual. Pemimpin juga harus punya sifat yang
bagus dan berani mengambil risiko. “Ada tiga hal. Panutan bagi bawahan dan
perusahaan, pendorong ke arah kemajuan tanpa putus asa, dan kreatif dalam
mencari solusi yang harus menjadi karakteristik kolektif pemimpin pada sebuah
proses transformasi,” ucapnya.
Menurut Elisa, ISS Management and
Leadership Development Programmenyasar sekitar 1.000 karyawan ISS di level
manajer. Untuk tahun ini, kurang lebih 150 karyawan level manajer akan mengikuti
program selama kurang lebih enam bulan.“Selama periode program, para partisipan
akan mendapat materi pengetahuan dan kompetensi yang mencakup tiga aspek,
yaitu brain, heart dan guts. Pemimpin harus punyaguts, keberanian
mengambil keputusan apa pun risikonya. Akan tetapi, tetap harus didasarkan
pengetahuan yang cukup,” paparnya. Dia menambahkan, program ISS Management and
Leadership Development Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan SDM
yang secara kontinu dan konsisten dijalankan oleh ISS Indonesia.
B.
Organisasi
1. Pengertian Organisasi
Dikatakan organisasi jika ada
aktifitas/kegiatan yang dikerjakan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan
bersama dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dan bukan satu orang. Karena
jika kegiatan itu dilakukan oleh satu orang bukan dikatakan organisasi. Organisasi
berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Untuk
memahami organisasi secara baik, maka perlu kiranya kita berangkat dari berapa
defenisi yang ada untuk mewakili pemahaman setiap orang di antaranya :
1)
James D. Mooney (1974) mengutarakan bahwa
organisasi adalah setiap bentuk kerja sama manusia untuk mencapai tujuan
bersama.
2)
Ralp Currier Davis (1951) berpendapat bahwa
organisasi adalah suatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja kearah tujuan
bersama dibawah satu kepemimpinan.
3)
Herbert A. Simon (1958) mengatakan bahwa
organisasi adalah suatu rencana mengenai usaha kerjasama yang mana setiap
peserta mempunyai peranan yang diakui untuk dijalankan dan kewajiban-kewajiban
atau tugas-tugas untuk dilaksanakan
4)
Drs. Dydiet Hardjito, M.Sc organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan
secara sadar yang memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai
melalui individu secara terpisah.
5)
Menurut Maringan (2004) pengertian organisasi
dapat dibedakan pada dua macam, yaitu :
·
Organisasi sebagai alat dari manajemen artinya
organisasi sebagai wadah/tempat manajemen sehingga memberikan bentuk manajemen
yang memungkinkan manajemen bergerak atau dapat dikaitkan.
·
Organisasi sebagai fungsi manajemen artinya
organisasi dalam arti dinamis (bergerak) yaitu organisasi yang memberikan
kemungkinan tempat manajemen dapat bergerak dalam batas- batas tertentu.
Dinamis berarti baa organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan.
Misalnya pimpinan harus ditempatkan di bagian yang strategis
·
Hakekat Oragnisasi menurut Edgar H. Shein
dalam bukunya the Psykologi of Organization (1982) organisasi adalah Koordinasi
yang direncanakan mengenai kegiatan-kegiatan sejumlah orang untuk mencapai
tujuan bersama melalui pembagian kerja dan fungsi berdasarkan tingkatan
otoritas (kewenangan) dan tanggungjawab. Dengan definisi ini, pada hakekatnya
dalam sebuah organisasi diperlukan sejumlah pesyaratan atau gagasan, antara
lain:
o
Bahwa Organisasi memerlukan pengembangan dan
pemeliharaan koordinasi.
o
Bahwa didalam organisasi terdapat tujuan
bersama yang pencapaianya harus di upayakan semaksimal mungkin.
o
Di dalam Organisasi tedapat pembagian kerja
(division of labor)
o
Seluruh kegiatan dalam organisasi harus
menciptakan keterpaduan (integration), menekankan bahwa objek koordinasi pada
dasarnya bukan orang tetapi kegiatan atau pekerjaan.
Dari definisi-definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa dalam setiap organisasi terdapat tiga unsur dasar yaitu Orang-orang,
Kerjasama dan Tujuan yang hendak dicapai. Organisasi juga harus
memiliki lima fenomena penting yaitu :
·
Organisasi harus mempunyai tujuan.
·
Organisasi harus mempunyai program, kegiatan
strategi dan metode untuk mencapai tujuan organisasi.
·
Organisasi harus mempunyai pimpinan atau
manajer yang bertanggung jawab terhadap organisasi itu dalam mencapai tujuan.
·
Organisasi itu terdiri dari dua orang atau
lebih.
·
Organisasi itu harus ada kerjasama
2. Teori Organisasi
Dalam pembahasan mengenai teori
organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku
beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori
organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
·
TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori klasik (classical theory)
kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang
organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan
organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain
yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara
umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan
tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural
yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga
aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek
yang sama, yaitu :
a) Teori birokrasi :
dikemukakan oleh Max Weber dalam
bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
b) Teori
administrasi :
dikembangkan atas dasar sumbangan
Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c) Manajemen ilmiah :
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh
Frederick Winslow Taylor.
·
TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana
dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement).
Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini
adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai
individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka
teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang
dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi
percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga
Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori
neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:
a)
Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang
dalam proses pengambilan keputusan.
b)
Perluasan kerja (job enlargement) sebagai
kebalikan dari pola spesialisasi.
c)
Manajemen bottom-up yang akan memberikan
kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
manajemen puncak.
·
TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai
dengan ahirnya gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon,
yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi
prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian
mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling
bersaing. Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social
psychology of organization” mengenalkan perspektif organisasi
sebagai suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan
keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan
yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan
perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika
organisasi ingin tetap bertahan.
Teori modern yang kadang – kadang
disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar
ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua
unsur organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di
dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang
berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan
system terbuka.
3. Contoh Organisasi
1) GERAKAN
PRAMUKA INDONESIA
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan
nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di
Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana,
yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya. "Pramuka"
merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga,
Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang
lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka
Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses
pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam
bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang
dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode
Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti
luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan
keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
2) KOPERASI
Istilah
koperasi berasal dari bahasa asing co-operation. (Co = bersama, operation =
usaha), koperasi berarti usaha bersama, misalnya Koperasi Unit Desa (KUD)
artinya usaha bersama masyarakat di satu wilayah desa, Koperasi Karyawan
artinya usaha bersama para karyawan.
Menurut
Undang-undang Nomor 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian,”Koperasi
Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat berwatak sosial, beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi
sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”(pasal 3 UU No.12/1967).
Menurut
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang perkoperasian
menyatakan bahwa koperasi adalah “badan usaha yang beranggotakan orang seorang
atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan”.
Koperasi
merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul
mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada
kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan
kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan
sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola.
Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah
rapat anggota. Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya
sendiri dan dapat juga kerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan
swasta maupun perusahaan negara.
3) WHO (WORLD
HEALTH ORGANIZATION)
Organisasi
Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) adalah salah satu badan PBB
yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan
bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur
Jendral sekarang adalah Margaret Chan (menjabat mulai 8 November 2006). WHO
mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi
Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.
Konstitusi
WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO "adalah agar semua orang
mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan". Tugas
utama WHO yaitu membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah
menyebar luas.
WHO
adalah salah satu badan-badan asli milik PBB, konstitusinya pertama kali muncul
pada Hari Kesehatan Dunia yang pertama (7 April 1948) ketika diratifikasi ( Ratifikasi ) oleh anggota ke-26 PBB.
Jawarharlal Nehru, seorang pejuang kebebasan utama dari India, telah
menyuarakan pendapatnya untuk memulai WHO. Aktivitas WHO, juga sisa kegiatan
Organisasi Kesehatan LBB (Liga Bangsa-bangsa), diatur oleh sebuah Komisi
Interim seperti ditentukan dalam sebuah Konferensi Kesehatan Internasional pada
musim panas 1946. Pergantian dilakukan melalui suatu Resolusi Majelis Umum PBB.
Pelayanan epidemiologi Office International d'Hygiène Publique Prancis dimasukkan dalam Komisi Interim
WHO pada 1 Januari 1947.
C.
Kepemimpinan
1.
Pengertian
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju tentang apa yang perlu
dikerjakan dan bagaimana tugas itu dapat dilakukan secara efektif, dan proses
memfasilitasi usaha individu dan kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut John C. Maxwell (1967);
pemimpin adalah pengaruh. Kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi
kehidupan lain.
Ø Berdasarkan
pendapat para ahli tersebut dapat dikemukakan beberapa pengertian kepemimpinan
yang mudah difahami sebagai berikut:
o
Kepemimpinan adalah proses pengaruh social
dalam hubungan interpersonal, penetapan keputusan dan pencapaian tujuan.
o
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi
perilaku orang lain ke arah pencapaian tujuan.
Esensi kepemimpinan pada dasarnya
adalah membantu agar menampilkan potensi terbaiknya untuk kepentingan
organisasi. Akan tetapi karakteristik pengikut atau bawahan berbeda satu sama
lain, dan karena itu dalam kepemimpinan mencakup berbagai gaya yang dapat
diterapkan atau diaplikasikan.
2.
Teori
Kepemimpinan
A. Leader traits (sifat-sifat pemimpin) Five treats and skill:
o
Capacity; intellegence, alertness, verbal pacility, originality, judgment.
o
Achievement; scholarship,
knowledge, athletic accomplishments.
o
Responsibility; dependability, initiative, persistence,
aggressiveness, self confidence, desire to excel.
o
Participation; activity, sociability,
cooperations, adaptability, humor.
o
Status; socioeconomic, popularity.
B. Kepemimpinan
situasional
Model
kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor situasi sebagai variabel penentu
kemampuan kepemimpinan. Studi-studi tentang kepemimpinan situasional mencoba
mengidentifikasi karakteristiik situasi atau keadaan sebagai faktor penentu
utama yang membuat seorang pemipin berhasil melaksanakan tugas-tugas organisasi
secara efektif dan efesien.
C. Pemimpin yang efektif
Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi
tentang tipe-tipe tingkah laku para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para
pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan
dan konsiderasi.
D. Kepemimpinan kontigensi
Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya
pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin tingkah lakunya dan
variabel-variabel situasional.
Terdapat 4 tingkah laku pada model kepemimpinan ini:
o
Supporive
leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan
menciptakan iklim kerja yang bersahabat.
o
Directive
leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedur
dan petunjuk yang ada.
o
Participative
leadership (konsultasi terhadap bawahan dalam pengambilan keputusan
o
Achivement-oriented
leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya
kinerja memuaskan.
o
Kepemimpinan
transformasional
Pada hakekatnya
model ini menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk
melakukan tanggung jawab merekan lebih dari yang diharapkan.
3.
Contoh
Kepemimpinan
Ø CONTOH 1
Jakarta, Kompas - Indonesia disegani
di dunia internasional karena kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan kuat itu
ditunjukkan antara lain oleh Soekarno, presiden pertama Indonesia. ”Para
pemimpin dunia menghormati Indonesia dan menghargai Bung Karno,” ujar Guntur
Soekarnoputra, putra Proklamator Soekarno dalam jumpa pers peluncuran buku Bung
Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku di Jakarta, Sabtu (17/11). Soekarno berteman
dengan Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy, senator AS Robert
”Bobby” Kennedy, Pemimpin Vietnam Ho Chi Minh, Pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev,
Pemimpin China Zhou En Lai, dan lain-lain. Menurut Guntur, bukunya sangat
relevan dengan kondisi sekarang ini. Kepemimpinan Soekarno sebagai negarawan,
ayah, dan kawan sangat penting dipahami oleh generasi muda. Guntur merekam
kehidupannya bersama Soekarno sejak masih bocah hingga dewasa dan dituangkan
dalam bukunya itu. Guntur sering menyertai Soekarno berkeliling dunia hingga
mengenal tokoh-tokoh dunia yang sangat menghormati Indonesia dan Soekarno
Ø CONTOH 2
Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan tepat
memimpin Indonesia selama dua tahun pada Oktober 2016. Selama dua tahun ini,
para pengusaha menganggap Jokowi tidak beruntung. Ketua Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani menilai kondisi ekonomi global yang dipenuhi
ketidakpastian mempengaruhi kepemimpinan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)
dalam dua tahun ini.
"Saya lihat Pak Jokowi lagi tidak beruntung karena dia memerintah
saat ekonomi terpuruk, jadi tidak bisa terlalu kelihatan dan konsolidasi
internal sendiri juga lamban. Jadi, itu yang saya lihat menghambat
beliau," kata Haryadi di Jakarta, Jumat (23/9/2016). Secara kepribadian,
Haryadi menganggap Jokowi sebenarnya memiliki kinerja dan misi yang bagus.
Namun, hal itu belum diteruskan oleh para birokratnya hingga ke lapangan.
Dia memberi contoh mengenai dwelling time atau waktu bongkar muat di
pelabuhan. Saat awal menjabat, Jokowi sudah menginginkan untuk menurunkan angka
dwelling time. Nyatanya sampai saat ini hal itu belum terwujud secara
keseluruhan.
Dalam dua tahun memimpin, satu hal yang menjadi catatan positif kinerja
Jokowi di mata pengusaha adalah pembangunan infrastruktur. Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu kementerian yang
patut mendapatkan apresiasi. "PUPR bagus, Pak Basuki menurut saya menteri
yang memiliki kinerja paling bagus," ujar dia. Hanya saja yang berkaitan
dengan infrastruktur yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah
pemerintah, menurut Haryadi adalah soal listrik.
"Secara keseluruhan yang belum mendukung ya listrik. Listrik itu
belum beres-beres sampai sekarang. Yang lain kayak pelabuhan, airport mungkin
karena perhitungan agak spesifik investornya mungkin tidak banyak minat, tapi
kalau listrik banyak yang mau, over malah," ujar dia. (Yas/Ahm)
D.
kaitan antara SDM, Organisasi dan Kepemimpinan
Abad
21 merupakan abad penuh dengan tantangan dimana sikap dan perilaku harus mampu
menyesuaikan diri yang sejalan dengan tuntutan paradigma dalam abad 21
(profesionalisme, kreatif dan inovasi, antisipatif).
Shelly
McCallum and David O’Connell (2007) dalam jurnalnya “Social capital and leadership development Building stronger leadership
through enhanced relational skills” menyebutkan bahwa Sifat kompleks dan
dinamis organisasi serta lingkungan eksternal saat ini memerlukan kecakapan
kepemimpinan yang signifikan. Mendominasi fokus dalam pengembangan sumber daya
manusia menghasilkan pemimpin efektif yang nantinya membuat perbedaan dalam
banyak organisasi. Namun, agar organisasi sepenuhnya mengembangkan kemampuan
kepemimpinan mereka, diharapkan memelihara aktif elemen modal sosial seperti
membangun hubungan, mendorong kepercayaan, niat baik, dan timbal balik. Pada
abad dua puluh satu organisasi yang sukses akan dipimpin oleh pemimpin yang
tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk beroperasi
secara efektif tetapi juga memiliki kemampuan relasional untuk mitra dengan
orang lain untuk mewujudkan visi dan tujuan mereka.
Dengan
kesiapan sikap dan perilaku, Kepemimpinan seseorang harus mampu menembus
ketidakpastian menjadi peluang, oleh karena itu membangun kebiasaan yang
produktif merupakan kunci menuju sukses dalam menembus gonjangan-gonjongan yang
ditimbulkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, disinilah dituntut
kemampuan kepemimpinan mengelola dari dampak konflik dalam menanggapi
kepentingan stakeholders. Kemampuan kepemimpian sesorang juga berandil besar
dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada dalam organisasi
tersebut.
Faktor
sumber daya manusia, faktor manajerial dan leadership merupakan faktor yang
krusial dalam pengembangan organisasi. Penempatan personal yang tepat menjadi
kunci keberhasilan eksekusi suatu rencana. Rencana sebagus apapun dapat gagal
dalam implementasi karena faktor manusia ini.
Kepemimpinan
dan sumberdaya manusia adalah fuel
organisasi. Rekruitmen yang diwarnai dengan penyuapan akan menurunkan kualitas
sumberdaya manusia dan merusak organisasi secara keseluruhan. Dalam prosesnya,
sumber daya manusia sangat perlu dilakukan pengembangan untuk kelangsungan
suatu organisasi dan menjamin kualaitas dari organisasi tersebut. Berikut ini
adalah salah satu contoh SDM, Organisasi dan Kepemimpinan yang ada di
Indonesia:
Liputan6.com,
Makassar: Mantan pemain PSM era 80-an, Danny Irawan terpilih menjadi ketua umum
PSSI Sulsel periode 2014-2019 pada musprovlub PSSI Sulsel yang digelar di Hotel
Asyra Makassar, Sabtu, (15/3/2014). Danny juga mencatatkan rekor baru di PSSI
sebagai mantan pemain pertama yang memimpin induk organisasi tersebut. Danny
terpilih memimpin PSSI Sulsel hingga 2019 secara aklamasi setelah calon lainnya
yakni Mulyadi menyatakan mundur menjadi calon ketua PSSI Sulsel usai pemaparan
visi misi.
Dari
36 voter, Danny didukung 31 Pengurus Cabang (pengcab) dan 11 klub. Sedangkan
yang menolak pencalonan Danny hanya terdapat tiga suara dan dua pengcab yakni
Jeneponto dan Perspin yang tidak hadir dalam musprovlub tersebut. Danny yang
juga menjabat sebagai Ketua Bidang Anggaran KONI Sulsel, mengatakan jika inilah
saatnya mengembalikan kejayaan sepak bola Sulsel dengan memperbaiki induk rumah
para atlet sepak bola Sulsel.
"Ini
saatnya Sulsel kembali menjadi sentral sepak bola Indonesia. Kita semua tahu
kalau 90 persen pesepak bola nasional ada di Sulsel," ujarnya. Danny
memiliki harapan agar para pemain lokal tidak lagi bermain di luar Sulsel. Itu
sebabnya ia mencanangkan program kerja pemandu bakat untuk menjaring pemain
U-19 sebagai kerangka tim Pra-PON dan menjalankan kompetisi lokal.
"Program kerja jangka pendek sudah kami siapkan, liga tahun ini juga bisa
diselenggarakan. Makanya kami ingin semua pihak ikut membantu dan bergerak
bersama," katanya menambahkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dessler,
Gary. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia.
jilid 2. Jakarta: PT Prenhallindo
Marihot, Tua.
2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia
Purnawanto, Budy.
Manajemen SDM Berbasis Proses. Jakarta:
Grasindo
Sutrisno, Edy.
2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan
ke3. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widjajanta,
Bambang. 2007. Mengasah Kemampuan Ekonomi
untuk Kelas X SMA/MA. Bandung: Citra Praya
https://www.academia.edu/6194405/MAKALAH_ORGANISASI Di akses tanggal 27 September 2016
http://www.artikelsiana.com/2015/04/pengertian-organisasi-tujuan-ciri-ciri-manfat-unsur-unsur-organisasi.html
Di akses tanggal 27 September 2016
Di akses tanggal 27 September 2016
http://www.liputan6.com/ Di akses tanggal
28 September 2016
