Rabu, 19 Oktober 2016

Definisi Komunikasi, Dimensi-Dimensi Komunikasi dan Peran Psikologi Manajemen dalam Organisasi




PSIKOLOGI MANAJEMEN
DEFINISI KOMUNIKASI, DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI DAN PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI



NAMA : IRA BURAIRAH SEMESTA
NPM : 15514416
KELAS : 3PA02



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
A.    Definisi komunikasi
Salah satu persoalan dalam memberikan pengertian atau definisi tentang komunikasi, yakni banyaknya definisi yang telah dibuat oleh para pakar menurut bidang ilmunya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya disiplin ilmu yang telah member masukan terhadap perkembangan ilmu komunikasi, misalnya psikologi, sosiologi, antropologi, ilmu politik, ilmu manajemen dan sebagainya. Jadi, pengertian komunikasi tidak sesederhana yang kita lihat sebab para pakar member definisi menurut pemahaman dan perspektif masing-masing. Ada definisi yang panjang dan ada pula yang pendek, ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks. Demikian pula apa yang ditekankan dalam definisi yang mereka buat kadang berbeda satu sama lain. Misalnya, para pakar filsafat member pengertian atau definisi dengan menekankan aspek arti (meaning) dan signifikansi pesan, kalangan psikolog melihat hubungan sebab akibat dari komunikasi dalam hubungannya dengan individu, para pakar sosiologi dan antropologi melihat bagaimana komunikasi digunakan dalam konteks masyarakat dan budaya, para pakar ilmu politik melihat komunikasi dalam kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkannya terhadap masalah-masalah pemerintahan.
Lebih jauh pandangan masing-masing pakar dapat dilihat misalnya Carl I. Hovland dari Universitas Yale mempelajari komunikasi dalam hubungannya dengan perubahan sikap manusia. Charles E. Osgood di Universitas Illinois mempelajari studi empiric arti pesan. Begitu banyaknya sarjana tertarik mempelajari komunikasi telah melahirkan berbagai macam definisi tentang komunikasi. Menurut catatan yang dibuat oleh Dance dan Larson dalam Miller (2005: 3) bahwa sampai tahun 1976 telah ada 126 definisi komunikasi. Banyaknya definisi yang telah dibuat oleh para pakar dengan latar belakang dan perspektif yang berbeda satu sama lain, dapat menimbulkan kebingungan bagi pihak-pihak yang berminat mempelajari komunikasi, jika tidak memahami hakikat komunikasi antarmanusia yang sebenarnya.
Istilah komunikasi berpangkal pada perkataan latin Communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa latin Communico yang artinya membagi (Cherry dalam Stuart, 1983).
Sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D. Laswell bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.
Lain halnya dengan Steven, justru ia mengajukan sebuah definisi yang lebih luas, baha komunikasi terjadi kapan saja suatu organism member reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. Misalnya seorang berlindung pada suatu tempat karena diserang badai, atau kedipan mata sebagai reaksi terhadap sinar lampu, juga adalah peristiwa komunikasi.
Sebuah definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia (Human Communication) bahwa:
“komunikasi adalah suatu interaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan (1) membangun hubungan antarsesama manusia; (2) melalui pertukaran infromasi; (3) untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain; serta (4) berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu” (book, 1980).
Rogers mencoba menspesifikasikan hakikat suatu hubungan dengan adanya suatu pertukaran informasi (pesan), dimana ia menginginkan adanya perubahan sikap dan tingkah laku serta kebersamaan dalam menciptakan saling pengertian dari orang-orang yang ikut serta dalam suatu proses komunikasi.
Definisi-definisi yang dikemukakan di atas tentunya belum mewakili semua definisi komunikasi yang telah dibuat oleh banyak pakar, namun sedikit banyaknya kita telah dapat memperoleh gambaran seperti apa yang di ungkapkan oleh Shannon dan Weaver (1949) bahawa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.

B.    Dimensi – dimensi komunikasi
Dimensi-dimensi komunikasi meliputi dibawah ini :
  1. Isi
Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih. Misalnya A berbicara kepada B tentang sesuatu,proses itu mempunyai suatu isi mereka mungkin membicarakan tentang permainan baseball atau masalah bisnis. apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan biasanya isinya pertama-tama mengenai diri kita
  1. Kebisingan
Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi. Ketika A berbicara dengan B terjadi hal-hal lain yang sangat terlepas dari hal yang di bicarakan. ada percakapan yang terjadi dengan bising (noise), sedangkan yang lainnya relative tanpa bising di dalam konteks ini “bising” berarti hal-hal yang menggangu pengiriman. kita dapat menjumpai suara seperti gangguan udara pada kawat telepon sehingga membuat B sulit  untuk mendengar apa yang di katakan oleh A. sehingga B tidak dapat memahami apa yang dikatakan A kepada B.
  1. Jaringan
Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit). Biasanya kita berfikir bahwa percakapan A dan B adalah langsung. tetapi A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D, dan ini sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
  1. Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
a.      komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
b.      Komunikasi 2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.

C.    Peran psikologi manajemen dalam organisasi
Secara umum, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Psikologi manajemen memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. maka dengan begitu dapat kita katakan bahwa peran psikologi manajemen dalam organisasi adalah mengatur dan menjaga kualitas sumberdaya yang ada baik dalam hal motivasi, kinerja, kreativitas dll demi tercapainya suatu produktivitas karyawan yang berdampak positif bagi organisasi ataupun perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied. (2010). PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Suprapto, Tommy. (2009). Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Jakarta: PT Buku Kita
Wiryanto. (2005). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia
Zarkasi, Muslichah. (1978). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga