PSIKOLOGI
MANAJEMEN
DEFINISI
KOMUNIKASI, DIMENSI-DIMENSI KOMUNIKASI DAN PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM
ORGANISASI
NAMA : IRA
BURAIRAH SEMESTA
NPM :
15514416
KELAS :
3PA02
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2016
A. Definisi
komunikasi
Salah satu
persoalan dalam memberikan pengertian atau definisi tentang komunikasi, yakni
banyaknya definisi yang telah dibuat oleh para pakar menurut bidang ilmunya.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya disiplin ilmu yang telah member masukan
terhadap perkembangan ilmu komunikasi, misalnya psikologi, sosiologi,
antropologi, ilmu politik, ilmu manajemen dan sebagainya. Jadi, pengertian
komunikasi tidak sesederhana yang kita lihat sebab para pakar member definisi
menurut pemahaman dan perspektif masing-masing. Ada definisi yang panjang dan
ada pula yang pendek, ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks. Demikian
pula apa yang ditekankan dalam definisi yang mereka buat kadang berbeda satu
sama lain. Misalnya, para pakar filsafat member pengertian atau definisi dengan
menekankan aspek arti (meaning) dan signifikansi pesan, kalangan psikolog
melihat hubungan sebab akibat dari komunikasi dalam hubungannya dengan
individu, para pakar sosiologi dan antropologi melihat bagaimana komunikasi
digunakan dalam konteks masyarakat dan budaya, para pakar ilmu politik melihat
komunikasi dalam kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkannya terhadap
masalah-masalah pemerintahan.
Lebih jauh
pandangan masing-masing pakar dapat dilihat misalnya Carl I. Hovland dari
Universitas Yale mempelajari komunikasi dalam hubungannya dengan perubahan
sikap manusia. Charles E. Osgood di Universitas Illinois mempelajari studi
empiric arti pesan. Begitu banyaknya sarjana tertarik mempelajari komunikasi
telah melahirkan berbagai macam definisi tentang komunikasi. Menurut catatan
yang dibuat oleh Dance dan Larson dalam Miller (2005: 3) bahwa sampai tahun
1976 telah ada 126 definisi komunikasi. Banyaknya definisi yang telah dibuat
oleh para pakar dengan latar belakang dan perspektif yang berbeda satu sama lain,
dapat menimbulkan kebingungan bagi pihak-pihak yang berminat mempelajari
komunikasi, jika tidak memahami hakikat komunikasi antarmanusia yang
sebenarnya.
Istilah
komunikasi berpangkal pada perkataan latin Communis
yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua
orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa latin Communico yang artinya membagi (Cherry
dalam Stuart, 1983).
Sebuah
definisi singkat dibuat oleh Harold D. Laswell bahwa cara yang tepat untuk
menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa yang
menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa
pengaruhnya”.
Lain halnya
dengan Steven, justru ia mengajukan sebuah definisi yang lebih luas, baha
komunikasi terjadi kapan saja suatu organism member reaksi terhadap suatu objek
atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya.
Misalnya seorang berlindung pada suatu tempat karena diserang badai, atau
kedipan mata sebagai reaksi terhadap sinar lampu, juga adalah peristiwa
komunikasi.
Sebuah definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang
mengkhususkan diri pada studi komunikasi antar manusia (Human Communication) bahwa:
“komunikasi adalah suatu interaksi, proses simbolik yang menghendaki
orang-orang mengatur lingkungannya dengan (1) membangun hubungan antarsesama
manusia; (2) melalui pertukaran infromasi; (3) untuk menguatkan sikap dan
tingkah laku orang lain; serta (4) berusaha mengubah sikap dan tingkah laku
itu” (book, 1980).
Rogers mencoba menspesifikasikan hakikat suatu hubungan dengan adanya
suatu pertukaran informasi (pesan), dimana ia menginginkan adanya perubahan
sikap dan tingkah laku serta kebersamaan dalam menciptakan saling pengertian
dari orang-orang yang ikut serta dalam suatu proses komunikasi.
Definisi-definisi yang dikemukakan di atas tentunya belum mewakili semua
definisi komunikasi yang telah dibuat oleh banyak pakar, namun sedikit
banyaknya kita telah dapat memperoleh gambaran seperti apa yang di ungkapkan
oleh Shannon dan Weaver (1949) bahawa komunikasi adalah bentuk interaksi
manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak
sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal,
tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.
B. Dimensi –
dimensi komunikasi
Dimensi-dimensi komunikasi meliputi
dibawah ini :
- Isi
Isi adalah apa yang
dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau
bahkan lebih. Misalnya A berbicara kepada B tentang sesuatu,proses itu
mempunyai suatu isi mereka mungkin membicarakan tentang permainan baseball atau
masalah bisnis. apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan biasanya isinya
pertama-tama mengenai diri kita
- Kebisingan
Kebisingan adalah tinggi
rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi. Ketika A berbicara
dengan B terjadi hal-hal lain yang sangat terlepas dari hal yang di bicarakan.
ada percakapan yang terjadi dengan bising (noise), sedangkan yang lainnya
relative tanpa bising di dalam konteks ini “bising” berarti hal-hal yang
menggangu pengiriman. kita dapat menjumpai suara seperti gangguan udara pada
kawat telepon sehingga membuat B sulit untuk mendengar apa yang di
katakan oleh A. sehingga B tidak dapat memahami apa yang dikatakan A kepada B.
- Jaringan
Jaringan adalah sejauh
mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi.
Diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit). Biasanya
kita berfikir bahwa percakapan A dan B adalah langsung. tetapi A dapat
berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D, dan ini sangat bermanfaat
bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
- Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah
yaitu :
a. komunikasi satu arah adalah hanya ada
satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih
contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
b. Komunikasi 2 arah adalah adanya
interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga
ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa
informasi.
C. Peran
psikologi manajemen dalam organisasi
Secara umum, metode dan pendekatan Psikologi
dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Psikologi manajemen
memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM
(rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi
kerja, moral dan kepuasan kerja. maka dengan begitu dapat kita katakan bahwa
peran psikologi manajemen dalam organisasi adalah mengatur dan menjaga kualitas
sumberdaya yang ada baik dalam hal motivasi, kinerja, kreativitas dll demi
tercapainya suatu produktivitas karyawan yang berdampak positif bagi organisasi
ataupun perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Cangara, Hafied. (2010). PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Suprapto, Tommy. (2009). Pengantar Teori
dan Manajemen Komunikasi. Jakarta: PT Buku Kita
Wiryanto. (2005).
Pengantar
Ilmu Komunikasi. Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia
Zarkasi, Muslichah. (1978). Psikologi Manajemen.
Jakarta: Erlangga
